Mengenal lebih jauh mengenai hibah dan waris, seperti apa aturan pajaknya? Hibah dan waris secara garis besar adalah sama-sama harta pemberian dari orang tua. Namun, keduanya berbeda. Mungkin banyak yang bertanya mengenai hibah dan waris dan bagaimana tata aturan pajaknya. Oleh karena itu, simak beberapa penjelasan berikut ini.

Persamaan dan Perbedaan Hibah dan Waris

Persamaan hibah wasiat dan waris adalah sama-sama merupakan harta pemberian orang tua kepada anak atau ahli waris yang memiliki hubungan darah. Namun ternyata keberadaan hibah dan waris berbeda dalam hukum pajak. Hal ini dikarenakan status hibah dan waris memang berbeda satu sama lain.

Dalam dua tahun terakhir, pemerintah Indonesia melakukan banyak sosialisasi mengenai program pengampunan pajak, atau yang biasa dikenal dengan istilah tax amnesty. Program ini menitikberatkan pada keberadaan harta yang belum dilaporkan pada SPT tahunan maupun PPh. Termasuk di dalamnya adalah harta yang sudah atau belum dibalik nama. Dalam hal ini tentunya harta yang berupa hibah dan waris termasuk di dalamnya.

Letak perbedaan hibah dan warisan adalah dari cara orang tua menyampaikannya pada anak. Hibah adalah harta pemberian yang diberikan orang tua kepada anak. Hibah bisa saja berbeda besarannya antara anak yang satu dengan anak yang lain. Biasanya hibah diberikan kepada anak saat orang tua masih hidup. Sedangkan warisan merupakan harta peninggalan orang tua yang otomatis akan menjadi hak anak setelah orang tuanya meninggal. Warisan dalam hal ini haruslah adil dan sesuai dengan agama.

Mengenal lebih jauh mengenai hibah dan waris, seperti apa aturan pajaknya

Hibah maupun waris mempunyai cara perhitungan pajak berbeda. Hal ini diatur dalam UU Republika Nomor 36 tahun 2008 tentang Pajak Penghasilan. Dalam undang-undang tersebut disebutkan bahwa harta warisan yang belum dibagi atau harta warisan yang dapat memberikan tambahan ekonomi adalah subjek pajak.

Dari sana bisa disimpulkan bahwa harta hibah bukanlah subjek pajak. Sementara itu, harta warisan yang belum dibagi adalah subjek pajak. Namun, walaupun demikian hukum hibah kepada anak kandung tetap mewajibkan adanya pengurusan surat hibah dan waris sesuai dengan aturan yang berlaku.

Setelah mengenal lebih jauh mengenai hibah dan waris, seperti apa aturan pajaknya ada baiknya memahami juga bahwa hibah dan waris akan dikenai pajak jika pada saat harta tersebut dibagikan, pihak pemberi waris dan hibah belum menyelesaikan kewajiban pembayaran pajaknya. Jika sudah demikian, ahli waris harus mau menanggung kewajiban pajak orang tuanya. Untuk lebih jelasnya, simak beberapa contoh studi kasus berikut ini:

  • Studi kasus pertama

Misalnya ada seorang bapak yang mewariskan sebuah rumah sewa atau rumah kost kepada anak-anaknya. Penyewa kost membayarkan kewajiban sewanya setiap awal bulan. Namun, sampai akhir bulan berikutnya, warisan tersebut belum dibagikan. Dalam kasus ini ahli waris harus membayarkan Pajak Penghasilan dari rumah kost tersebut

  • Studi kasus kedua

Seorang bapak akan menghibahkan rumah kost pada anak-anaknya. Sebelumnya, bapak tersebut sudah melunasi kewajiban pajak untuk rumah kost tersebut. Dalam kasus ini, ahli waris tak perlu bayar pajak atas rumah kos itu. Namun, anaknya tetap wajib mengurus surat hibah sesuai aturan yang berlaku.

  • Studi kasus ketiga

Seorang bapak akan mewariskan rumah pada anak-anaknya. Status rumah itu bukan rumah yang menghasilkan penghasilan, hanya sebatas rumah tinggal biasa. Dalam kasus ini, ahli waris tidak perlu membayar PPh. Namun, ahli waris tetap harus memperhatikan kewajiban pajak atas rumah tersebut (PBB) dan melunasinya.

  • Studi kasus keempat

Seorang bapak akan menghibahkan rumah pada anaknya. Rumah tersebut ternyata belum masuk ke SPT tahunan maupun PPh. Dalam kasus seperti ini, sang anak wajib mengurus dan membayarkan pajak dari rumah itu.

Syarat Harta Waris dan Hibah Jadi Harta Bebas

Harta waris dan hibah bisa jadi harta bebas jika pajaknya sudah dibayarkan dan tidak ada tunggakan pajak sebelum harta waris dan hibah tersebut dibagikan. Dalam hal ini perlu diurus surat hibah dan warisnya. Untuk lebih jelasnya, hukum mengenai pajak harta hibah dan waris diatur pada UU Nomor 11 tahun 2016. Penjelasannya adalah sebagai berikut.

Harta hibah tidak jadi objek dari pengampunan pajak jika memenuhi dua syarat berikut ini:

  1. Harta hibah diterima oleh perseorangan yang tidak memiliki pendapatan atau yang penghasilannya di bawah PTKP.
  2. Harta hibah telah dilaporkan di SPT Tahunan Pajak Penghasilan si penerima hibah.

Harta warisan tidak jadi objek pengampunan pajak, asalkan memenuhi dua syarat berikut ini:

  1. Harta warisan diterima oleh ahli waris yang tak memiliki pendapatan atau penghasilannya berada di bawah level PTKP.
  2. Harta warisan telah dilaporkan di SPT Tahunan Pajak Penghasilan pewaris.

Demikianlah penjelasan mengenai mengenal lebih jauh mengenai hibah dan waris, seperti apa aturan pajaknya? Semoga bermanfaat.