Bentuk rumah sederhana ukuran 6×9 memang tidak begitu luas. Namun jika rumah tersebut didesain dengan baik, maka ukuran tapak 6×9 pun tidak menjadi masalah. Lalu bagaimana cara mendesain denah rumah ukuran 6×9 agar bisa menjadi sebuah hunian yang layak? Simak penjelasan berikut ini.

Tahap mendesain bentuk rumah sederhana ukuran 6×9

Rumah merupakan kebutuhan pokok setiap keluarga. Ada banyak keluarga yang memutuskan untuk membeli rumah siap huni, baik dari developer maupun dari orang lain dengan alasan lebih praktis dan lebih cepat. Namun tidak jarang juga keluarga yang memutuskan untuk membeli tanah kavling saja, untuk kemudian merancang sendiri rumah sesuai dengan kebutuhan dan selera.

Saat ini, khususnya di lingkungan perkotaan, tidak banyak lahan yang dijual dalam kavlingan yang luas. Jikapun ada kavling tanah yang luas, maka akan butuh biaya yang cukup mahal untuk membelinya. Sehingga pilihan tanah kavling yang banyak terjual adalah kavling 6×9 meter. Selain ukurannya yang cukup ideal, harganya juga tidak begitu mahal.

  

Ukuran tanah yang hanya 6×9 meter memang tidak luas. Namun jika pemilik rumah bisa merancangnya dengan baik, kavling 6×9 sudah cukup untuk memebuhi kebutuhan hunian. Bagaimana caranya? Simak beberapa tips untuk mendesain bentuk rumah sederhana ukuran 6×9 berikut ini.

  1. Daftar penghuni rumah

Setiap kali akan merancang sebuah bangunan, termasuk rumah, hal yang harus diketahui terlebih dahulu adalah daftar pengguna bangunan. Untuk bangunan rumah, pengguna bangunan itu adalah penghuni rumah. Tentukan berapa orang yang akan menempati rumah. Selain itu, tentukan juga siapa saja dan kebutuhan ruang apa saja yang sekiranya dibutuhkan dan wajib ada. Hal ini akan mempengaruhi rumah itu nantinya. Misalnya, untuk keluarga kecil dengan satu atau dua anak, mungkin denah rumah 6×9 2 kamar tidur sudah cukup memenuhi. Namun untuk keluarga menengah dengan tiga atau empat anak, tentu saja kebutuhan rumah tidaklah sama.

  1. Program ruang

Setelah melakukan pendataan terhadap calon penghuni rumah, maka lakukan pendataan terhadap ruang apa saja yang dibutuhkan. Dalam hal ini, ruangan harus benar-benar difungsikan dengan maksimal. Program ruang juga perlu dibuat berdasarkan persyaratan-persyaratan ruang. Misalnya kamar tidur yang harus jauh dari jalan agar tidak bising. Dapur yang harus memiliki akses langsung ke luar agar lebih mudah melakukan evakuasi saat kebakaran. Atau bisa juga memasang persyaratan jendela ruangan harus lebar, dan sebagainya. Program ruang juga sebisa mungkin sudah memiliki gambaran dari ukuran masing-masing ruang tersebut. Misalnya kamar harus memiliki ukuran minimal 3×3 meter, dapur boleh tidak begitu luas, dan sebagainya. Sesuaikan dengan selera dan kebutuhan.

  1. Menentukan jumlah lantai

Setelah mengetahui jenis ruang apa saja yang perlu diletakkan di dalam denah, maka sudah bisa diperkirakan tapak seluas 6×9 meter tadi cukup atau tidak jika akan dijadikan rumah dengan satu lantai. Jika memang tidak memungkinkan untuk rumah satu lantai, jangan memaksakan kehendak. Buat saja desain dengan dua lantai agar lebih fleksibel proses desainnya.

Setelah itu, lakukan zonasi. Tentukan di bagian mana area privat, semi publik, dan publik akan diletakkan. Sebisa mungkin, letakkan area publik di dekat jalan. Sedangkan area privat bisa diletakkan di belakang atau di lantai dua. Zonasi ini penting untuk membentuk konsep tata masa rumah yang efektif.

  1. Membentuk modul ruang 3×3 meter

Karena merupakan lahan sempit dengan ukuran 6×9 meter, maka lakukan desain dengan membentuk modul 3×3 meter. modul 3×3 meter ini dianggap paling proporsional untuk satu ruangan aktivitas. Jika tapak berukuran 6×9, maka akan ada 6 modul yang bisa dibuat. Namun keberadaan modul ini bukan menjadikan ruangan harus ditata sesuai modul. Modul ini hanya berguna sebagai garis bantu agar rumah bisa didesain dengan lebih mudah.

  1. Eksplorasi denah

Setelah itu, lakukan eksplorasi pada denah. Lakukan teknik trial and error untuk membentuk satu tatanan denah yang benar-benar proporsional. Jangan lupa untuk menyediakan ruang tangga untuk rumah dengan 2 lantai.

  1. Memasang notasi perabot, pintu, dan jendela

Setelah denah sudah setengah jadi, pasang notasi perabot, daun pintu, dan jendela. Sesuaikan perletakan ketiganya secara tepat dan akurat. Gambar dengan skala yang tepat.

  1. Denah fix

Dari seluruh proses tersebut akan didapatkan satu buah rancangan denah yang benar-benar sesuai dengan kebutuhan bentuk rumah sederhana tapi elegan. Jika masih ada ruang yang tidak sesuai dengan kebutuhan, lakukan eksplorasi denah dengan cara yang sama untuk mendapatkan denah sesuai kebutuhan.

Demikianlah beberapa tips untuk mendesain bentuk rumah sederhana ukuran 6×9. Semoga tips-tips tersebut dapat memberikan wawasan yang bermanfaat, khususnya untuk keluarga yang akan membangun sebuah rumah.