Cara menawarkan tanah ke developer yang bisa dilakukan adalah mengetahui dulu apakah benar tanah tersebut potensial untuk dibangun perumahan atau dikembangkan lebih lanjut. Jika tanah sudah benar-benar potensial untuk perumahan atau developer, maka sudah menjadi hal yang pasti jika tanah tersebut akan cepat terjual, bahkan dengan harga yang bagus.

Bagaimana Cara Menawarkan Tanah ke Developer?

Memiliki aset berupa tanah mungkin memang sangat menguntungkan. Apalagi di zaman sekarang ketika harga tanah dan property semakin lama semakin mahal. Maka tidak heran jika banyak orang yang ingin investasi tanah, dengan harapan di masa yang akan datang tanah tersebut bisa dijual kembali dengan harga yang lebih tinggi.

Namun, jika seseorang memiliki sebidang aset tanah yang luas hingga berhektar-hektar, mungkin akan cukup sulit untuk menjualnya kepada perseorangan. Sehingga salah satu cara menjualnya adalah dengan mencari investor yang bersedia membeli tanahnya.

Cari investor pembeli tanah yang paling mudah adalah dengan mencari developer atau perusahaan pengembang. Apalagi jika tanah benar-benar potensial untuk dikembangkan lebih lanjut, misalnya dekat dengan jalan utama, dekat dengan fasilitas umum, dan berada di lahan yang sudah cukup ramai. Developer akan tertarik untuk mengembangkannya sebagai perumahan, bahkan kawasan pertokoan. Namun cara menawarkan tanah ke developer harus benar-benar dilakukan dengan tepat.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam menawarkan tanah ke developer antara lain:

  1. Mempersiapkan dokumen tanah

Sebelum menawarkan tanah kepada pengembang atau perusahaan developer, tentu hal yang perlu diperhatikan adalah dokumen tanah. Siapapun yang ingin membeli tanah pasti ingin mengetahui kelengkapan dokumen dari tanah tersebut. Apalagi perusahaan seperti developer. Developer tidak akan membeli tanah yang statusnya tidak jelas. Maka dari itu, persiapkan semua kelengkapan dokumen tersebut. Jika tanah merupakan tanah hibah atau waris, ada baiknya pemilik tanah mengurus semua prosedur balik nama dan membayar semua pajak yang ada. Hal ini akan memudahkan transaksi tanah tersebut di kemudian hari.

  1. Mengetahui potensi lokasi

Cara kedua yang bisa dilakukan sebelum mencari investor tanah di daftar perusahaan pengembang adalah dengan mengetahui potensi lokasi atau potensi tanah. Wajib kiranya pemilik tanah mengetahui tata guna lahan di tanah tersebut. Percuma menawarkan tanah pada developer rumah jika tata guna lahan lokasi tersebut adalah untuk perdagangan dan jasa. Maka, potensi tanah harus benar-benar diketahui.

Selain itu, pemilik tanah juga harus mampu menjelaskan kualitas tanah serta keunggulan-keunggulan yang bisa didapatkan dari tanah tersebut. Misalnya dekat dengan rumah sakit, sektor pendidikan, pasar, pusat perbelanjaan, dan sebagainya. Developer yang mengetahui potensi dan keunggulan tanah pasti akan dengan senang hati membelinya.

  1. Mengetahui struktur tanah

Pemilik tanah juga perlu mengetahui struktur tanah yang dimilikinya. Apakah tanah tersebut merupakan tanah bekas rawa, bekas sawah, atau merupakan tanah miring dengan kontur, dan sebagainya. Biasanya developer akan mempertimbangkan struktur tanah ini sebelum membelinya. Jika memiliki tanah rawa, tidak perlu cemas, karena saat ini banyak pengembang perumahan cari tanah murah. Walau tanah tersebut merupakan tanah rawa, biasanya mereka tidak keberatan.

  1. Mengetahui bentuk tanah

Pemilik tanah juga wajib mengetahui bentuk tanahnya, serta sampai mana batas-batas tanah tersebut. Biasanya, banyak penjual yang kurang memahami tanahnya sendiri. Apalagi jika tanah tersebut merupakan tanah warisan atau hibah, yang dulunya milik orang tuanya. Maka dari itu, sebelum menawarkan tanah ke developer, ada baiknya meneliti dulu bentuk tanah dan batas-batasnya. Bentuk tanah yang proporsional biasanya lebih disukai developer karena mudah mengolahnya menjadi site plan.

  1. Menentukan harga ideal

Langkah berikutnya adalah menentukan harga. Dalam menentukan harga, jangan terlalu mahal. Namun juga jangan terlalu murah. Sesuaikan saja dengan harga pasaran yang berlaku saat itu. Ketahui juga harga maksimal negosiasi, karena developer pasti akan melakukan negosiasi tanah. Dengan mengetahui harga maksimal dan minimal tanah, akan mudah melakukan negosiasi di kemudian hari.

  1. Mengetahui cara pembayaran

Selain harga, yang perlu diperhatikan selanjutnya adalah cara pembayaran atau skema pembayaran. Developer yang akan membeli tanah jarang ada yang mau membayar secara cash atau tunai. Hal ini berkaitan dengan cash flow perusahaan tersebut. Maka dari itu, tentukan mekanisme pembayaran yang sama-sama menguntungkan kedua belah pihak.

Misalnya dengan membagi sistem pembayaran secara bertahap, yang disesuaikan dengan umur proyek nantinya. Bisa saja pemilik tanah membagi pembayaran tanah tersebut per area yang telah digarap oleh developer. Misalnya per satu hektar area yang telah digarap, maka perusahaan wajib melunasi pembayaran untuk satu hektar tanah. Atau bisa juga membangun kesepakatan yang baik dengan developer.

Itulah beberapa cara menawarkan tanah ke developer yang baik dan menguntungkan. Semoga artikel ini bermanfaat dan bisa memberikan tambahan wawasan.